Cluster Casablanca, Sentul City, Bogor - Jawa Barat - 16810 | Hotline: 0813-1112-5384 (Call/SMS/WA)

09 June 2016

Kebutuhan Manusia Terhadap Agama



Oleh: Dr. H. Endang Madali, MA

Agama sebagai tolak ukur dari sebuah sumber kebenaran. Hal ini karena agama bersifat petunjuk bagi para penganutnya, yaitu membawa manusia kepada hal-hal yang menjadi pelita hidup, curahan hati, dan pancaran kebenaran. Juga dalam agama ini, manusia mempunyai suatu keyakinan antara dirinya dengan Allah swt. Terlebih, agama merupakan sesuatu yang diciptakan untuk manusia di atas fitrah (habitat, kudrat)-nya, sebagaimana manusia diciptakan atas fitrahnya pula.  Suatu fitrah yang menjadi keharusan antara satu dengan lainnya saling membutuhkan.

Dengan kata lain, adanya agama berarti sebagai wadah mencari kedamaian dan kesejahteraan hidup. Begitu pula kepada manusianya, di mana ia tidak akan lepas dari suatu agama.  Di samping itu, pada jiwa manusia terdapat sifat homo sapiens, yakni rasa keingintahuan manusia pada sesuatu yang ia belum ketahui, yang mana pengetahuan itu sebagai bekal dalam kehidupannya. Walaupun manusia telah diberi kelebihan oleh Sang Maha Pencipta, yakni berupa pancaindera, akal dan hati.

Namun, tetap saja hal-hal tersebut masih bersifat terbatas. Oleh karenanya manusia masih terus mencari jati dirinya, baik dari dirinya sendiri maupun lingkungan sosialnya. Kendati demikian, masih ada yang kurang daripada muatan ajaran-ajaran kehidupan yang dapat mengantarkan keselamatan, kedamaian dan kesejahteraan.

0 komentar:

Post a Comment