Cluster Casablanca, Sentul City, Bogor - Jawa Barat - 16810 | Hotline: 0813-1112-5384 (Call/SMS/WA)

22 December 2016

Kunjungan Cikgu Singapura ke Muslim Cendekia Madani


Di akhir November 2016, Pusat Pendidikan Islam Muslim Cendekia Madani mendapat kunjungan tamu spesial dari negeri seberang. Mereka adalah rombongan para Cikgu dari Singapura yang ingin melihat proses pendidikan di Muslim Cendekia Madani. Rombongan tersebut juga membawa beberapa keluarga mereka, beberapa diantara Cikgu dan ustadz/ah yang hadir adalah Cikgu Latifah, Cikgu Noraini, Cikgu Syarief, Cikgu Husaini, Cikgu Azmi dan Cikgu Hanafi. Buya Ulil Amri Syafri sebagai Direktur dan mentor di Muslim Cendekia Madani langsung menyamput kedatangan tamu tersebut, didampingi mentor lain, KH. Salam dan Gus Fatahillah, serta tak ketinggalan juga para pelajar Muslim Cendekia Madani.  


Memasuki area Muslim Cendekia Madani, para Cikgu Singapura langsung berfoto bersama, bahkan selfi sekedar mengabadikan panorama yang sangat indah di sekitar sekolah. Bukit berlapis enam yang terkesan malu-malu memperlihatkan fisiknya, menjadi pemandangan indah dari arah belakang Muslim Cendekia Madani. Hanya saja, kabut tebal yang mengelilingi bukit-bukit tersebut masih enggan beranjak dari situ. Padahal keindahan bukit berlapis enam itulah yang dinantikan oleh tamu-tamu yang datang dari Singapura. Suasana sejuk pagi yang diiringi sesekali hembusan angin lembut membuat acara silaturrahim di Muslim Cedekia Madani ini menjadi amat berkesan. Bagi para cikgu Singapura, lingkungan seperti ini memberi nilai amat positif dalam proses pembelajaran di Muslim Cendekia Madani.

Kunjungan yang dilakukan para cikgu dan asâtiz/ah Singapura ini merupakan bentuk ketertarikan mereka untuk melihat lebih dekat konsep pendidikan yang dijalankan di Muslim Cendekia Madani. Keberadaan para pakar pendidikan yang hidup berbaur dengan para pelajarnya dan turun langsung dalam mendidik dan mengasuh mereka merupakan hal yang unik bagi para cikgu dan asâtidz/ah negeri Singa ini.

Penerapan ‘Islamic Boarded Home Schooling’ bagi para cikgu Singapura, seperti melihat sekumpulan keluarga yang terdiri dari anak-anak yang didampingi orang tuanya dalam sebuah proses belajar. Para pelajar tidak saja ditransfer ilmu-ilmu secara fokus, tapi ternyata nilai-nilai akhlak karimah oleh para Mentor yang menjadi ‘orang tuanya’ sangat dijadikan keteladanan dan pembiasaan di Muslim Cendekia Madani sebagai model pembelajaran.

Keluarga Besar Muslim Cendekia Madani sangat mengapresiasi kunjungan yang dilakukan para cikgu dan asâtidz/ah Singapura ini. Penyambutannya dilakukan dengan sealami mungkin, ditemani dengan suguhan penganan khas Sukabumi: singkong goreng yang manis dan Bandros, air rebusan jahe dan gula aren yang hangat. Suasana yang mungkin tidak akan didapatkan selain di Muslim Cendekia Madani. Para pelajar Muslim Cendekia Madani juga ikut ambil dalam menyambut tamu-tamu istimewa tersebut. Mereka menampilkan lagu-lagu nasyid  yang sangat merdu, bahkan berkesempatan pula mengenalkan Bacaan Al-Qur’an Langgam Muyassar yang menjadi ciri khas di Muslim Cendekia Madani.

Tak terasa kurang lebih 3 jam telah berlalu. Keramahan, kehangatan dan persaudaraan muslim dalam silaturrahim tersebut harus berakhir. Pertemuan hari itu membawa kesan mendalam buat semua yang hadir, utamanya untuk para cikgu dan asâtidz/ah. Bagi mereka, kesempatan ini menjadi kenangan seumur hidup yang amat disukurinya. Mereka sangat berterima kasih atas kehangatan penyambutan yang diterimanya dan berharap bisa secepatnya kembali lagi mengunjungi Muslim Cendekia Madani di lain kesempatan.

Dari silaturrahim ini tercipta sebuah rencana yang di gagas oleh para Cikgu Singapura, yaitu membuat ‘Wisata Muhibbah dan Pendidikan’, dengan mengirimkan rombongan anak-anak pelajar Singapura untuk “Sit-In” selama sepekan pada liburan 2017 mendatang. Mudah-mudahan rencana ini bisa difasilitasi oleh Muslim Cendekia Madani. Pada akhirnya, semoga tali persaudaraan Muslim Singapura-Muslim Cendekia Madani akan terus berlanjut, dengan datangnya para pelajar dari Singapura pada waktunya nanti. Insya Allah. 

18 December 2016

Catatan Pembelajaran Bulan Ke-4



Alhamdulillah, tak terasa kegiatan belajar mengajar di Muslim Cendekia Madani sudah memasuki bulan ke-5.

Di awal bulan ke-4 memang terjadi perombakan pola pembelajaran secara drastis yang tentu saja hal yang sangat biasa dalam sebuah lembaga pendidikan berbasis homeschooling. Di bulan 1 s/d 3 secara runtut peserta didik mengikuti pola pembelajaran bahasa arab menggunakan metode dan teknik yang disebutkan dalam paket Al-Arabiyyah Baina Yadaik. Kemudian di bulan keempat, karena memang sudah diwajibkan berbicara menggunakan bahasa arab di mana pun dan kapan pun, bahkan saat proses perjalanan menggunakan kereta Commuter Jabodetabek dalam rangka outing class, para peserta didik tetap berbahasa arab hingga banyak orang di sepanjang perjalanan tertarik perhatiannya karena beberapa anak seumuran SMP-SMA dengan pakaian kasual, tanpa peci, tanpa surban, yang beberapa di antaranya memakai jaket olah raga, berkomunikasi menggunakan bahasa arab sepanjang Jakarta Bogor.

Seperti yang sudah dijadwalkan, para peserta didik memulai program dengan pola baru ini sejak dari pagi hari dengan penekanan pada kemampuan takallum (berbicara).

Nah, berikut kegiatan sehari-hari setiap peserta didik di bulan keempat yang lalu:

  1. 04.00 - 05.00 : Persiapan shalat shubuh dan shalat shubuh berjamaah.
  2. 05.00 - 05.45 : One Day One Juz (Tilawah sehari satu Juz).
  3. 05.45 - 06.30 : Praktek Takallum (Berbicara dalam berbagai macam topik).
  4. 06.30 - 07.00 : Sarapan dan bersiap mengikuti program olah raga rutin.
  5. 07.00 - 08.00 : Olahraga rutin (Lari 5 km).
  6. 08.00 - 08.30 : Bersih-bersih lingkungan.
  7. 08.30 - 09.30 : Praktik Sharaf (ilmu derivasi kata) dan orasi berbahasa arab.
  8. 09.30 - 10.00 : Bersih diri.
  9. 10.00 - 11.00 : Praktek terjemah bahasa arab ke bahasa arab (terjemah definitif).
  10. 11.00 - 12.00 : Berlatih Khat dan Imla'.
  11. 12.00 - 13.00 : Shalat Zhuhur.
  12. 13.00 - 15.00 : Makan siang dan istirahat.
  13. 15.00 - 16.00 : Bersih diri, shalat ashar dan bersiap mengikuti pelajaran di kelas.
  14. 16.00 - 17.00 : Praktek Takallum (speaking) dan Istima' (listening).
  15. 17.00 - 18.00 : Free Time.
  16. 18.00 - 18.30 : Shalat Maghrib
  17. 18.30 - 19.00 : Tahsin (Peningkatan teknik membaca Al-Qur'an).
  18. 19.00 - 19.30 : Makan malam.
  19. 19.30 - 20.00 : Shalat Isya'.
  20. 20.00 - 21.30 : Musyahadah Aflaam (menonton film-film berbahasa arab).
  21. 21.30 - 04.00 : Istirahat.
Walhamdulillah, setelah berjalan beberapa waktu, para peserta didik tidak lagi canggung menggunakan bahasa arab di dalam keseharian mereka. Ucapan-ucapan "Ila aina?" atau "Idzhab ila hunaak!" atau "Ana uriidu dzalik," menjadi hal yang biasa terdengar dari mereka. Untuk menghilangkan ketakutan dalam menggunakan bahasa baru, maka setiap hari para peserta didik diharuskan orasi di tengah lapangan dengan suara keras di hadapan teman-temannya.

Salah sedikit atau salah banyak, adalah hal yang biasa dalam mempelajari sebuah bahasa. Dengan banyak mendengar, banyak memperhatikan mentor yang berbicara dalam bahasa arab yang baik, maka peserta didik pada akhirnya sanggup untuk menirukan dan sedikit demi sedikit ketakutan akan salah ucap menghilang. Sebab sudah menjadi rahasia umum bahwa pembelajar bahasa arab di Indonesia selalunya terfokus kepada grammatika bahasa arab dibanding kepada penggunaan bahasa itu sendiri. Sederhananya, apalah arti menguasai grammatika bahasa namun tidak juga mampu menggunakan bahasa itu dalam keseharian. 

Kemudian, dari program One Day One Juz, peserta didik sudah berhasil mengkhatamkan Al-Qur'an sebanyak 4 kali selama 4 bulan ini sesuai target yang dicanangkan termasuk juga menguasai langgam bacaan Qiraah Muyassarah yang terstandar sehingga peserta didik mampu membaca Al-Qur'an dengan langgam yang baik dan fasih, Walillahil hamd.

Dari banyak kegiatan itu, juga sempat diadakan beberapa kali outing class seperti Firqah Jawwalah (Tim Hiking) ataupun mengikuti tabligh akbar di luar kota juga futsal dan berenang rutin termasuk juga beberapa kali Ath-Thahyul Jama'i (memasak bersama).

Bagaimana dengan bulan kelima? Tentu akan ada banyak kejutan. Ditunggu ya beritanya...

12 November 2016

Kumpulan Video Pengembangan Potensi Diri Bersama Muslim Cendekia Madani

Video-Video Kegiatan
Pusat Pendidikan Islam Muslim Cendekia Madani
Sukaraja-Sukabumi
Jawa Barat
Indonesia



 




 


02 October 2016

Mengapa “Islamic Boarded Home Schooling”?



Pendidikan bagi masyarakat dewasa ini merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam menyiapkan generasi penerus agar mampu bersaing dalam era globalisasi, akibatnya lembaga pendidikan mau tidak mau terseret dalam putaran indrusti, karena terseret dalam pusaran industri, maka banyak lembaga pendidikan yang dibangun hanya memikirkan keuntungan materi bagi pengelola nya.

Menurut perspektif pendidikan Islam, salah satu ukuran keberhasilan lembaga pendidikan dalam menghasilkan generasi beradab yang memiliki keseimbangan antara soft skills dan hard skills. Jika ukurannya itu, maka banyak lembaga pendidikan yang ada belum mampu menjawab harapan tersebut

Maraknya pendidikan dengan berbagai variasi, mulai dari sekolah Plus, Terpadu, dan Sekolah Alam merupakan bukti adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang ada. Hanya saja tidak semua orang tua memiliki kemampuan untuk memahaminya 

Melihat realitas di atas kami dari Muslim Cendikia Madani menawarkan Islamic Boarder Homeschooling untuk membantu orang tua mewujudkan harapan agar putranya berhasil menjadi generasi beradab yang potensinya tumbuh secara seimbang.

Khas Penamaan
MUSLIM CENDEKIA MADANI Islamic Boarded Homeschooling adalah lembaga pendidikan baru. Lembaga ini adalah hasil pemikiran para pakar pendidikan Islam sebagai jawaban atas problematika pendidikan di era globalisasi dan industrialisasi. Penamaan dengan istilah Islamic Boarded Homeschooling adalah bahwa pola pembelajaran yang dilakukan menggunakan konsep homeschooling yang diasramakan dengan berbagai kekhasan yang dilakukan secara apik, dengan berbasis adab Islami. Apakan mirip dengan Pesantren? Ya, tapi ini tidak murni seperti Pesantren. Lalu apakan sama dengan Boarding School yang sudah menjamur dimana-mana? Tidak, ini bukan Boarding School.

Perbedaan MUSLIM CENDEKIA MADANI Islamic Boarded Homeschooling dengan pesantren pada umumnya adalah anak didiknya hidup berbaur dengan pakar dan pengasuh dalam keseharian. Semua berada di satu lingkungan yang menyenangkan seperti satu rumah, sehingga anak didik mampu meneladani adab Islami yang ditunjukan oleh para pengasuh yang terdiri dari para doktor dan ahli bidang agama.
Khas Pembelajaran
Pembelajaran di MUSLIM CENDEKIA MADANI Islamic Boarded Homeschooling juga unik, yaitu di mana suatu mata pelajaran diajarkan selama 2-3 pekan secara berkesinambungan hingga tuntas (baik dari segi capaian materi ataupun evaluasinya) sebelum berpindah kepada mata pelajaran lain di pekan berikutnya. Proses pembelajarannya menerapkan pola pembelajarn fokus, yaitu hanya mengajarkan satu mata pelajaran saja secara berkesinambungan hingga mata pelajaran tersebut tuntas, tentu itu adalah kekhasannya.

Implementasi Pola Pembelajaran fokus adalah sebagai berikut:
Tahun pertama: Belajar bahasa Arab. Dimulai dengan belajar mendengar dan mengucapkan, lalu berbicara, membaca dan menulis, lalu menterjemahkan. Kemudian dilengkapi dengan pelajaran ilmu derivasi kata, ilmu grammatika bahasa Arab dan juga pengantar sastra Arab. Pada tahun pertama ini tidak diajarkan mata pelajaran lain sehingga anak didik sangat mudah untuk fokus dalam mengasah kemampuan berbahasa Arab.

Tahun kedua: Menghafal 15 Juz al-Qur'an. Bahasa Arab yang sudah dikuasai di tahun pertama menjadi bekal utama bagi peserta didik dalam menghafal al-Qur’an karena fakta bahwa menghafal sesuatu yang sudah menjadi bahasa sehari-hari jauh lebih mudah dibanding dengan menghafal sesuatu yang belum menjadi bahasa sehari-hari. Setiap anak didik berkesempatan mengikuti program Tahsin al-Qiraah selama 3 bulan di kampung Arab Al-Qur’an di wilayah pedesaan Mesir agar mampu membaca al-Qur’an dengan tartil dan tajwid layaknya penutur Arab asli. Dengan demikian sasaran hafal 15 juz tidak hanya sekedar hafal, tapi hafal dengan kualitas bacaan terbaik dan memahami apa yang ia hafal. Pada tahun kedua ini juga tidak diajarkan mata pelajaran lainnya untuk menjaga fokus peserta didik.

Tahun ketiga: Pengajaran fokus pada materi Ujian Nasional. Kebiasaan menghafal al-Qur'an di tahun kedua, akan memudahkan anak didik dalam menguasai materi-materi mata pelajaran dalam Ujian Nasional. Dengan pola pembelajaran Fokus yang unik sekaligus efisien, maka anak didik diharapkan mampu menyelesaikan Ujian Nasional dengan baik juga mampu bersaing di berbagai seleksi penerimaan mahasiswa di berbagai Perguruan Tinggi, baik dalam maupun luar negeri dengan kualifikasi di atas rata-rata.

Khas Fasilitas Lulusan
Lulusan MUSLIM CENDEKIA MADANI Islamic Boarded Homeschooling setingkat dengan Madrasah Aliyah (ijazah MA) yang akan difasilitasi oleh lembaga untuk mendaftar ke kampus-kampus di Timur Tengah atau mengikuti program pendidikan Ma'had Aly terlebih dahulu untuk mendalami salah satu bidang kajian keislaman yang kemudian dilanjutkan dengan kuliah di kampus dunia Islam yang diminati.

Khas Lokasi Pendidikan 
Lokasi MUSLIM CENDEKIA MADANI Islamic Boarded Homeschooling terletak di daerah perbukitan Sukabumi yang indah. Kemana pun mata memandang akan tampak sawah dan gunung dengan view yang membuat para anak didik akan merasa kagum. Curah hujan yang termasuk tinggi menjadikan suasana di MUSLIM CENDEKIA MADANI Islamic Boarded Homeschooling terasa sejuk. Udaranya pun segar dan bersih, terlebih di pagi hari yang terkadang dikelilingi kabut. Selain suasana yang sejuk, lingkungan sekitar asrama yang akrab dan bersahabat akan membantu meningkatkan semangat belajar setiap anak didik. Lokasi yang sangat tenang, sejuk, dan nyaman ini merupakan keunggulan di MUSLIM CENDEKIA MADANI Islamic Boarded Homeschooling, sebab tidak semua lembaga pendidikan memiliki lokasi natural dan alami yang sangat mendukung proses pembinaan dan pendidikan.
Khas Menu Makan 
Untuk menu makanan, pengolahan masakan di MUSLIM CENDEKIA MADANI Islamic Boarded Homeschooling tidak menggunakan vetsin, pemanis buatan, penyedap rasa instan, ataupun semua produk makanan yang mengandung pengawet. Adapun menu hariannya adalah sebagai berikut:
06.00.06.30 (Setelah aktivitas subuh): Porsi buah-buahan segar.
07.00.07.30 (Setelah aktivitas olah raga pagi): Porsi sarapan berupa karbohidrat, telur, dan nabati lengkap dengan sayur atau salad sayuran.
13.00-13.30 (Setelah shalat zhuhur): Porsi makan siang sehat yang mengandung karbohidrat, protein hewani dan nabati lengkap dengan sayur.
17.00-17.30 (Setelah kelas sore): Porsi kudapan sehat (Gluten Free).
19.30-20.00 (Sebelum kelas malam): Porsi makan malam berupa karbohidrat, protein hewani dan nabati lengkap dengan sayur dan salad sayuran.
21.30-22.00 (Menjelang tidur malam): Porsi jus sayur segar tanpa gula, susu, dan es batu.
           
Khas Pembinaan Fisik 
Para anak didik akan mendapat latihan fisik  dari beberapa kegiatan olah raga rutin yang dilaksanakan oleh MUSLIM CENDEKIA MADANI Islamic Boarded Homeschooling, diantaranya Futsal (2x sebulan), Beladiri (2x sepekan), Atletik (tiap pekan), Berkuda (di tahun pertama), dan Panahan (di tahun kedua). 

Khas Fasilitas Pendidikan
Fasilitas yang akan didapat para anak didik MUSLIM CENDEKIA MADANI Islamic Boarded Homeschooling adalah 1 dipan terpisah (bahan metal); 1 set kasur, bantal dan bed cover; 1 lemari pakaian 2 pintu; 1 stel jas almamater; 1 stel pakaian olah raga; Laundry; dan Menu Makan Sehat (Berbasis Makanan Alami).
Khas Pembinaan
Konsep Pembinaan yang dilakukan di MUSLIM CENDEKIA MADANI Islamic Boarded Homeschooling adalah pembinaan adab yang berbasis akhlak Islami. Tidak mudah untuk kami dijelaskan dalam tulisan ini. Namun demikian kami berharap hasil maksimal, karena anak didik kami selama 24 jam selalu didampingi oleh  para pengasuh yang sangat spesial, baik secara kepribadian dan kedalaman ilmu dan pengetahuan mereka.

Insya Allah, keseluruhan proses pembelajaran di Pusat Pendidikan Islam MUSLIM CENDEKIA MADANI Sukabumi akan menghasilkan pelajar-pelajar yang shalih dengan kualifikasi, beradab dengan akhlak Islami, berilmu yang mendalam, serta sehat dan kuat secara jasmani. 

Wallahu a'lam.


18 September 2016

Upaya Pembelajaran Bahasa Arab 1


oleh Fatahillah, Lc.

Bahasa Arab, Dulu Dan Sekarang

Al-Qur'an diturunkan menggunakan bahasa Arab, yang karenanya bahasa Arab menjadi bahasa yang begitu hidup, digunakan banyak orang dan juga terjamin keberlangsungannya bersamaan dengan keberadaan Al-Qur'an itu sendiri yag sudah dijamin oleh Allah akan selalu terjaga sepanjang masa.

Bahasa Arab lantas tersebar ke seluruh penjuru dunia sejauh jarak yang mampu dicapai oleh dakwah Islam yang dengannya ramai orang mempelajari bahasa ini dengan penuh semangat di awal-awal tersebarnya Islam, terutama sekali di masa keemasan peradaban kaum muslimin yang berpusat di Baghdad kala itu di mana sekolah-sekolah kaum muslimin menjadi rujukan dalam ilmu apapun, sainsnya, fisikanya, matematikanya, astronominya, kedokterannya, teknologinya, strategi perangnya, politiknya, sosialnya, apapun! Hingga ramai penuntut ilmu yang muslim ataupun yang non-muslim, yang arab ataupun yang ajam, bersemangat mempelajari bahasa ini karena hendak mempelajari berbagai macam ilmu yang terdokumentasi di balik bahasa ini.

Namun sayang, masa seperti itu tak bertahan selamanya. Usaha pembelajaran bahasa Arab mengalami kemunduran sedikit demi sedikit hingga datanglah abad ke 20 -terutama 50 tahun terakhirnya- di mana bahasa Arab kembali kepada peraduan nasibnya di masa lalu yaitu menjadi bahasa kedua yang diajarkan secara semi paksa di berbagai negara-negara Islam, baik di Afrika ataupun Asia Tenggara, meski bahasa Arab masih menjadi salah satu bahasa yang banyak dipelajari oleh banyak orang di Eropa ataupun di dua bagian benua Amerika, utaranya dan selatannya.

(Bersambung)

01 September 2016

Berenang, Berkuda dan Memanah


Berenang, berkuda dan memanah adalah tiga hal yang dikuasai banyak generasi salaf kaum muslimin yaitu generasi para shahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in yang mempunyai pengaruh luar biasa dalam kehidupan masyarakat di masa itu.

Generasi yang mengenal kemampuan berenang mempunyai keunggulan di bidang jasmani dan penguasaan segala medan dikarenakan berenang mampu menggerakkan seluruh otot badan dan membutuhkan energi yang lebih besar dibandingkan berlari ataupun joging, juga fakta bahwa medan permukaan bumi lebih banyak berupa lautan.

Berkuda juga menumbuhkan kemampuan yang berbeda pada suatu generasi, yaitu sifat berani, rasa percaya diri, perasaan yang halus dan juga keperwiraan. Keberanian untuk menunggang kuda sama sekali berbeda dengan keberanian mengendarai motor yang kontrol kendalinya nyaris sepenuhnya berada di tangan pengendaranya.

Menunggang kuda menumbuhkan kepekaan dan interaksi antar makhluk, sehingga pengalaman menunggang satu kuda yang sudah diakrabi dengan kuda yang lain yang belum akrab akan berbeda.

Apalagi praktik trik-trik menunggang kuda yang sulit seperti menunggang kuda tanpa tali kekang dan pelana, atau menunggang kuda sambil membalikkan badan ke belakang, atau menunggang kuda sambil berdiri di punggung kuda juga menunggang kuda sambil memanah, membutuhkan pembiasaan dan keakraban antara penunggang dengan kuda yang ditungganginya di samping keberanian dan pemahaman akan "mood" kuda, sebab bagaimanapun, seekor kuda dapat saja terkena "bad mood" hingga berjingkrak-jingkrak tak karuan karena sedang kesal, capek atau lapar.

Maka keakraban, kehalusan perasaan dalam memelihara dan memperlakukan kuda akan menumbuhkan tidak hanya keberanian, tapi juga rasa percaya diri saat menunggang kuda.

Tahukah anda, bahwa kuda-kuda perang yang terlatih mampu menempuh jarak 30 kilo meter tanpa henti? Juga mampu melintasi banyak medan yang motor dan mobil tidak bisa melintasinya? Dan bahkan sampai sekarang di New York kuda justru digunakan oleh polisi-polisi di sana untuk fasilitas keamanan?

Para sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pun dalam banyak riwayat disebutkan biasa melatih kudanya dengan berlomba antar sesama, memberi makan dan minum yang cukup, sehingga kuda selalu ramping, tidak kegemukan dan siap dipacu jarak jauh.

Berkuda juga menumbuhkan sifat keperwiraan, seperti tumbuhnya sifat kehati-hatian dalam melangkah dan juga sifat kepemimpinan. Setidaknya, seseorang yang berfoto sambil menunggang kuda jauh lebih gagah dibanding menunggang sebuah Harley Davidson.

Generasi yang mengenal teknik memanah dengan baik, juga punya keunggulan dalam banyak hal, seperti keunggulan jasmani, kekuatan tangan, konsentrasi dan ketenangan, juga ketepatan dalam mengambil keputusan.

Maka tiga kecakapan ini seringkali menjadi barang mewah di dalam masyarakat modern bergaya urban yang cenderung hedonis ini.

Pernahkah anda bertanya berapa harga sewa kolam renang? Berapa harga sewa kuda per setengah jam? ataukah berapa harga seperangkat alat panah standar olimpiade?

Kebanyakan orang akan menganggapnya mahal, mahal dan mahal. Lalu seakan-akan ditanamkan bahwa itu adalah barang mahal yang tak akan pernah dinikmati seumur hidup. Padahal berenang di kolam renang umum tidak semahal seporsi ayam goreng Kentucky. Sewa kuda juga tidak lebih mahal dari harga koin yang kita habiskan di Time Zone dalam satu jam. Bahkan peralatan panah level olimpiade tidak lebih mahal dari iPhone tercanggih yang kita tenteng namun hanya mentok digunakan anak-anak kita untuk main Angry Bird Stars Wars.

Nah, di sekolah Muslim Cendekia Madani, tiga ketrampilan itu diasah secara seimbang. Baik dalam durasi tiap pekan seperti berenang dan memanah, atau dalam durasi bulanan yang dalam hal ini adalah ketrampilan berkuda.

Di samping menjadi bentuk ekstrakurikuler yang sangat berkualitas, 3 ketrampilan ini meningkatkan sisi-sisi terbaik dari sikap mental peserta didik, juga memperluas cakrawala mereka bahwa hidup tidak hanya antara rumah, sekolah dan pekerjaan, dan juga bahwa hiburan tidak hanya berkutat antara televisi, gadget dan kontrol Play Station saja.

Sekaligus menjadi terapi bagi anak-anak yang mengalami ketergantungan tinggi terhadap teknologi atau yang mengalami kecemasan akut saat tidak terhubung dengan dunia digital.


Lihat kegiatan berenang dan berkuda di Madrasah Aliyah Plus Muslim Cendekia Madani.


Siswa Madrasah Aliyah Plus Muslim Cendekia Madani berpacu


Buya Ulil memimpin

Hani beraksi

Narsis dikit nggak apa-apa yah

Hanan berpose dulu

Santai yaa Isa...

Nuh menunggu aba-aba

Jangan meleng yaa Hani

Sip daaah

Perlahan... Byuuuuur...

Kok lompat duluan?