Cluster Casablanca, Sentul City, Bogor - Jawa Barat - 16810 | Hotline: 0813-1112-5384 (Call/SMS/WA)

01 September 2016

Berenang, Berkuda dan Memanah


Berenang, berkuda dan memanah adalah tiga hal yang dikuasai banyak generasi salaf kaum muslimin yaitu generasi para shahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in yang mempunyai pengaruh luar biasa dalam kehidupan masyarakat di masa itu.

Generasi yang mengenal kemampuan berenang mempunyai keunggulan di bidang jasmani dan penguasaan segala medan dikarenakan berenang mampu menggerakkan seluruh otot badan dan membutuhkan energi yang lebih besar dibandingkan berlari ataupun joging, juga fakta bahwa medan permukaan bumi lebih banyak berupa lautan.

Berkuda juga menumbuhkan kemampuan yang berbeda pada suatu generasi, yaitu sifat berani, rasa percaya diri, perasaan yang halus dan juga keperwiraan. Keberanian untuk menunggang kuda sama sekali berbeda dengan keberanian mengendarai motor yang kontrol kendalinya nyaris sepenuhnya berada di tangan pengendaranya.

Menunggang kuda menumbuhkan kepekaan dan interaksi antar makhluk, sehingga pengalaman menunggang satu kuda yang sudah diakrabi dengan kuda yang lain yang belum akrab akan berbeda.

Apalagi praktik trik-trik menunggang kuda yang sulit seperti menunggang kuda tanpa tali kekang dan pelana, atau menunggang kuda sambil membalikkan badan ke belakang, atau menunggang kuda sambil berdiri di punggung kuda juga menunggang kuda sambil memanah, membutuhkan pembiasaan dan keakraban antara penunggang dengan kuda yang ditungganginya di samping keberanian dan pemahaman akan "mood" kuda, sebab bagaimanapun, seekor kuda dapat saja terkena "bad mood" hingga berjingkrak-jingkrak tak karuan karena sedang kesal, capek atau lapar.

Maka keakraban, kehalusan perasaan dalam memelihara dan memperlakukan kuda akan menumbuhkan tidak hanya keberanian, tapi juga rasa percaya diri saat menunggang kuda.

Tahukah anda, bahwa kuda-kuda perang yang terlatih mampu menempuh jarak 30 kilo meter tanpa henti? Juga mampu melintasi banyak medan yang motor dan mobil tidak bisa melintasinya? Dan bahkan sampai sekarang di New York kuda justru digunakan oleh polisi-polisi di sana untuk fasilitas keamanan?

Para sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pun dalam banyak riwayat disebutkan biasa melatih kudanya dengan berlomba antar sesama, memberi makan dan minum yang cukup, sehingga kuda selalu ramping, tidak kegemukan dan siap dipacu jarak jauh.

Berkuda juga menumbuhkan sifat keperwiraan, seperti tumbuhnya sifat kehati-hatian dalam melangkah dan juga sifat kepemimpinan. Setidaknya, seseorang yang berfoto sambil menunggang kuda jauh lebih gagah dibanding menunggang sebuah Harley Davidson.

Generasi yang mengenal teknik memanah dengan baik, juga punya keunggulan dalam banyak hal, seperti keunggulan jasmani, kekuatan tangan, konsentrasi dan ketenangan, juga ketepatan dalam mengambil keputusan.

Maka tiga kecakapan ini seringkali menjadi barang mewah di dalam masyarakat modern bergaya urban yang cenderung hedonis ini.

Pernahkah anda bertanya berapa harga sewa kolam renang? Berapa harga sewa kuda per setengah jam? ataukah berapa harga seperangkat alat panah standar olimpiade?

Kebanyakan orang akan menganggapnya mahal, mahal dan mahal. Lalu seakan-akan ditanamkan bahwa itu adalah barang mahal yang tak akan pernah dinikmati seumur hidup. Padahal berenang di kolam renang umum tidak semahal seporsi ayam goreng Kentucky. Sewa kuda juga tidak lebih mahal dari harga koin yang kita habiskan di Time Zone dalam satu jam. Bahkan peralatan panah level olimpiade tidak lebih mahal dari iPhone tercanggih yang kita tenteng namun hanya mentok digunakan anak-anak kita untuk main Angry Bird Stars Wars.

Nah, di sekolah Muslim Cendekia Madani, tiga ketrampilan itu diasah secara seimbang. Baik dalam durasi tiap pekan seperti berenang dan memanah, atau dalam durasi bulanan yang dalam hal ini adalah ketrampilan berkuda.

Di samping menjadi bentuk ekstrakurikuler yang sangat berkualitas, 3 ketrampilan ini meningkatkan sisi-sisi terbaik dari sikap mental peserta didik, juga memperluas cakrawala mereka bahwa hidup tidak hanya antara rumah, sekolah dan pekerjaan, dan juga bahwa hiburan tidak hanya berkutat antara televisi, gadget dan kontrol Play Station saja.

Sekaligus menjadi terapi bagi anak-anak yang mengalami ketergantungan tinggi terhadap teknologi atau yang mengalami kecemasan akut saat tidak terhubung dengan dunia digital.


Lihat kegiatan berenang dan berkuda di Madrasah Aliyah Plus Muslim Cendekia Madani.


Siswa Madrasah Aliyah Plus Muslim Cendekia Madani berpacu


Buya Ulil memimpin

Hani beraksi

Narsis dikit nggak apa-apa yah

Hanan berpose dulu

Santai yaa Isa...

Nuh menunggu aba-aba

Jangan meleng yaa Hani

Sip daaah

Perlahan... Byuuuuur...

Kok lompat duluan?

0 komentar:

Post a Comment