Cluster Casablanca, Sentul City, Bogor - Jawa Barat - 16810 | Hotline: 0813-1112-5384 (Call/SMS/WA)

07 January 2026

Agama Bukan Lelucon: Inti yang Tak Boleh Dianggap Remeh

Agama bukanlah sesuatu yang bisa dijadikan lelucon musiman, atau lelucon dalam bentuk apapun. Agama memiliki identitas dan kedudukan tersendiri yang menjadi pijakan utama dalam kehidupan manusia. Ada banyak aspek lain dalam kehidupan yang bisa dijadikan bahan humor atau candaan, namun agama seharusnya bukan salah satunya.

Agama hadir sebagai sumber ajaran adab, moral, karakter, dan perwatakan yang membentuk nilai-nilai dasar bagi umat manusia. Melalui ajarannya, manusia diajarkan bagaimana hidup dengan benar, menghormati sesama, dan menjaga keharmonisan dengan alam semesta serta Sang Pencipta. Ketika agama dijadikan "lelucon musiman" atau hanya diperhatikan secara sepihak pada saat-saat tertentu dengan cara yang tidak pantas, itu bukan hanya merendahkan nilai agama sendiri, tetapi juga menunjukkan kemerosotan kreativitas dan kedalaman pikiran manusia.


Ulil Amri Syafri

Seperti yang terjadi pada masyarakat Yahudi kuno, agama ditempatkan sebagai poros utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat dan peradaban mereka. Mereka menjadikan ajaran agama sebagai landasan dalam setiap langkah dan keputusan, yang kemudian membawa dampak positif bagi perkembangan diri dan komunitasnya. Namun, pada era modern ini, terkesan banyak orang menjadikan agama sebagai sesuatu yang berada di pinggiran kehidupan – hanya diingat saat ada acara tertentu atau ketika dibutuhkan semata, bahkan terkadang dijadikan bahan candaan yang tidak bertanggung jawab. 

Ini memang menjadi salah satu celaka yang dihadapi manusia modern. Agama seharusnya menjadi alat bagi pikiran manusia untuk menemukan arah yang jelas, memahami tujuan hidup dan makna keberadaan di dunia ini. Di mana mungkin tempatnya lelucon dalam hal yang begitu mendasar dan krusial ini? Agama adalah pondasi yang memberikan keteguhan hati, kedamaian batin, dan panduan hidup yang tak ternilai harganya – hal yang patut diperhatikan dengan penuh rasa hormat, bukan dijadikan sebagai objek yang bisa dipermainkan sesuka hati.

0 komentar:

Post a Comment