Cluster Casablanca, Sentul City, Bogor - Jawa Barat - 16810 | Hotline: 0813-1112-5384 (Call/SMS/WA)

Siapa Ulil Amri Syafri?


Pendidikan bukanlah hal baru bagi Ulil Amri Syafri, alumnus Al-Azhar Kairo tahun 2000. Sejak kepulangannya ke tanah air, ia langsung bergabung menjadi tenaga pengajar di STID Mohammad Natsir Jakarta yang saat itu masih bernama STI Mohammad Natsir. Di tahun 2006-2010, Ulil Amri Syafri dipercaya memimpin Kampus yang berdiri di bawah Yayasan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia tersebut. D isinilah ia memulai pengalamannya mengelola sebuah lembaga pendidikan tinggi. Membina dan mengkader para mahasiswanya yang kini ikut mengelola kampus dakwah yang sudah maju dan berkembang.

Seperti yang kerap diucapkannya, “hidup ini adalah dakwah”. Selesai bertugas di tempat yang satu, dilanjutkan di tempat lainnya. Begitulah seterusnya agar dinamika estafet tangung jawab dan amanah kerja dakwah mengalir dan terus berkembang. Awal tahun 2012, Ulil Amri Syafri diajak bergabung di Fakultas Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor. Di kampus baru tempatnya mengabdi, ia diserahi tugas menjadi Komisi Pendidikan hingga akhirnya dipercaya menjadi Sekretaris Program Magister dan Doktoral pada Program Studi Pendidikan Islam.

Pada masa ini, Ulil Amri Syafri juga sukses mengantarkan program studi yang dipimpinnya menjadi pilihan favorit mahasiswa diantara empat program studi lainnya. Rekor terbaiknya adalah pernah menerima 120 mahasiswa baru pada Program Magister Pendidikan Islam. Selama menjabat menjadi Sekretaris Prodi Program Magister dan Doktoral di Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun, ia telah membantu meluluskan kurang lebih 92 Doktor dan 120 Magister dalam bidang Pendidikan Islam. Selain itu ia dan rekannya juga banyak memberikan saran dan nasihat untuk para praktisi lapangan yang memiliki lembaga pendidikan. Salah satunya adalah Lembaga Pendidikan Islam di Medan yang mulai maju dan berkembang setelah dibimbing dan diarahkan selama kurang lebih dua tahun.

Bulan Mei 2016, tugasnya sebagai salah seorang pimpinan di Pascasarjana UIKA Bogor telah berakhir. Dari renungan yang mendalam dan juga musyawarah panjang, Ulil Amri Syafri kini mencoba merintis satu lembaga pendidikan yang menitikberatkan pada pendidikan yang fokus bersama rekan-rekan yang menguasai bidang keilmuannya masing-masing.  Menurutnya, masalah pendidikan memang tidak bisa dibenahi dari tingkat yang paling atas saja, pendidikan Islam harus mulai dibenahi sejak tingkat awal. Meskipun ia masih tercatat sebagai Dosen tetap Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor, namun keinginannya untuk memperbaiki konsep pendidikan yang ada tetaplah berjalan.

Kini, bersama beberapa rekan dalam bidang pendidikan, Ulil Amri Syafri mulai menekuni sebuah keinginan untuk memajukan sebuah lembaga pendidikan yang baru dan unik tersebut, yaitu Pusat Pendidikan Islam Muslim Cendekia Madani Sukabumi. Lembaga ini dirancang dengan kualifikasi lulusan yang sangat kompeten dalam bidangnya. Menurutnya, lahirnya lembaga ini merupakan jawaban atas pertanyaan dan diskusi panjangnya bersama para mahasiswa pasca sarjana saat di ruangan kuliah. Salah satunya adalah pertanyaan: “Di mana tempat pendidikan yang fokus dan khas yang mampu menghasilkan lulusan yang mendalami keilmuan Islam secara kaffah?”

Pusat Pendidikan Islam Muslim Cendekia Madani Sukabumi merupakan lembaga pendidikan yang berdiri di bawah naungan Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Darus Syifa’ Al-Fitrat 2 Sukabumi Jawa Barat. Konsep pendidikan yang ditawarkan fokus dan memiliki kekhasan tersendiri dengan tujuan untuk menghasilkan para lulusan dengan kualifikasi yang unggul pada bidang masing masing.
 Program yang ditawarkan meliputi pendidikan Non Boarding School dan Boarding School setingkat Pendidikan Atas dan Ma’had Aly. Terlihat agak banyak programnya, tapi itulah cara Ulil Amri Syafri dalam menyusun gagasannya. Menurutnya, Pusat Pendidikan Islam Muslim Cendekia Madani Sukabumi bukanlah lembaga alternatif tapi akan menjadi pilihan bagi keluarga muslim. Bahkan, gagasan konsep pendidikan Islam yang di rancang di Pusat Pendidikan Islam Muslim Cendekia Madani ternyata mendapat respon positif dari beberapa sahabatnya di Singapura. Ia berharap nantinya para pelajarnya bisa di-silaturrahim-kan dalam suatu program terencana di masa depan.
“Luar biasa! Semoga cita-citanya cepat terealisasi”

1 komentar: